Monday, November 26, 2012

PROGRAM KERJA

KOTI MAHATIDANA PMUDA PANCASILA BANJARNEGARA

TATA ORGANISASI PEMUDA PANCASILA KABUPATEN BANJARNEGARA

Pemuda Pancasila sebagai wadah berhimpun perjuangan pemuda dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan, memiliki kewajiban untuk berperan dan berkiprah dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Baik sebagai stabilitator, dinamisator maupun fungsi controlling atas segenap kebijakan yang diputuskan oleh Negara. Penederifasian peran Pemuda Pancasila dalam konteks bernegara sangat bergantung pada kemampuan mengartikulasikan dinamika yang berkembang disertai kemampuan untuk untuk memproyeksikan kearah mana nasib bangsa yang bergulir. Sejalan dengan peran Pemuda Pancasila tersebut, Pemuda Pancasila harus tampil sebagai wadah pemuda yang mampu memberikan kontribusi problem solver pada segenap persoalan kenegaraan yang muncul.
    Hal ini menjadi penting, mengingat kondisi bangsa yang tengah mengalamai perubahan yang sedemikian cepat tanpa arah yang jelas (turbulensi) pada ranah sosial, politik dan budaya. Disertai dengan kesenjangan ekonomi yang tak berkesudahan ditambah lagi dengan mewabahnya korupsi pada setiap sektor kehidupan memunculkan sebuah pertanyaan besar; kapan krisis multidimensi ini akan berakhir? Apakah cita-cita bersama tentang civil society tidak akan pernah terwujud? Terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut, tentu saja sebagai pemuda dan manusia yang bertuhan tidak boleh terjerembab pada sikap fatalistic. Justeru setiap persoalan yang muncul menjadi motivasi untuk setiap gerakan dan kontribusi yang kita berikan bagi negeri yang kita cintai.
    Sebuah keniscayaan, kontekstualisasi paradigma dan peran Pemuda Pancasila harus selalu diperbaharui agar eksistensinya senantiasa dirasakan bukan sekedar diakui oleh masyarakat.Kontekstualisasi pada skope ini hanya memungkinkan dicapai manakal fondasi idealisme dan kritisisme tetap terjaga dari pernik-pernik pragmatisme sempit. Agar kejernihan memandangdan bersikap terhadap kebijakan-kebijakan yang diputuskan oleh Negara dapat disikapi secara obyektif. Ada saatnya Pemuda Pancasila bersikap mendukung kebijakan Negara yang dipandang obyektif berpihak pada rakyat, namun ada saatnya Pemuda Pancasila harus tampil paling depan menentang kebijakan Negara yang tidak berpihak atau merugikan rakyat. Sebab fungsi Negara yang sesungguhnya mengayomi dan melindungi kesejahteraan segenap hajat hidup rakyatnya dan Pemuda Pancasila didalamnya memfasilitasi tercapainya cita-cita tersebut.
Mengingat urgennnya kontekstualisasi paradigma dan peran Pemuda Pancasila, melalui Rakercab Pemuda Pancasila Kabupaten Banjarnegara diharapkan sharing dan pergulatan pemikiran antar seluruh stake holder pemuda Banjarnegara melahirkan sesuatu yang berarti bagi pengukuhan eksistensi Pemuda Pancasila Kabupaten Banjarnegara.

REKRUITMEN ANGGOTA

Upaya pengukuhan eksistensi Pemuda Pancasila Kabupaten Banjarnegara haruslah memperhatikan 2 (dua) hal fundamen : pertama,  kaderisasi, yakni pola kesinambungan kader secara fungsional yang duduk dalam kepengurusan Pemuda Pancasila pada setiap tingkatan. Kedua, rekruitmen, yakni menjaring segenap potensi pemuda yang tersebar di masyarakat. Kedua hal tersebut tidak lepas dari pada Sumber Daya Manusia (SDM)  yang senantiasa harus dimanage secara baik dengan dibarengi memiliki komitmen yang kuat dalam arti yang sesungguhya yang berpiahk pada kebenaran.

     Untuk maksud tersebut maka pola rekruitmen anggota Pemuda Pancasila disemua jenjang menganut asas keterbukaan. Registrasi dan penerimaan anggota dilaksanakan oleh PAC PP sebagai leading sektor (penentu) dengan mengisi formulir keanggotaan. Untuk langkah selanjutnya oleh PAC PP disampaikan kepada MPC. Pemuda Pancasila Kabupaten Banjarnegara setelah semua pengisian adminsitrasi terpenuhi.

         Hal yang patut di perhatikan, bagi anggota baru Pemuda Pancasila bukan merupakan anggota Ormas sejenis lainnya. Hal ini bertujuan untuk menyaring orang-orang yang benar-benar berkomitmen dan berkeinginan kuat bergabung di Pemuda Pancasila.



MEKANISME KERJA

Dalam rangka sinergisitas dan mensukseskan seluruh program kerja Pemuda Pancasila Kabupaten Banjarnegara diharapkan seluruh program kerja dapat terlaksana dalam frame work yang terkonsolidasikan secara sinergis dan saling mendukung antar stake holder terkait maka dibutuhkan mekanisme kerja Pemuda Pancasila. Untuk maksud tersebut maka diatur hubungan Tata  Kerja sebagai berikut:

1.  Menetapkan tata kerja mengenai penjelasan mekanisme kerja dan pelaksanaan tugas-tugas komisi agar memiliki kesamaan visi dan misi

2.  Menetapkan tata kerja mengenai penjelasan mekanisme fungsi dan tugas-tugas rapat sebagaimana tercantum dalam AD/ART dan Pedoman Organisasi Pemuda Pancasila

3.  Menetapkan mekanisme pertanggungjawaban keuangan Pemuda Pancasila

4.   Menetapkan petunjuk pelaksanaan secara teknis mengenai kemitraan dengan organisasi lainnya, eksekutif, Legislatif, Yudikatif dan lembaga lainnya.

  MEKANISME HUBUNGAN PEMUDA PANCASILA DENGAN ORMAS/OKP LAINNYA

Sesuai dengan fungsi Pemuda Pancasila sebagai penyalur aspirasi masyarakat dalam meningkatkan derajat, taraf hidup dan kesejahteraan sosial, maka pelaksanaan program kerja diatur dengan mekanisme hubungan sebagai berikut:

       1. Pemuda Pancasila memposisikan diri sebagai perencana, pengagregasi, fasilitator program dan kegiatan bersama dengan organisasi kepemudaan.

     2.Program Pemuda Pancasila di orientasikan sebagai stimulator program pemberdayaan kepemudaan

     3. Pemuda Pancasila melaksanaan program strategis, akomodatif dan integrative bagi kepemudaan untuk meningkatkanpartisipasi terhadap pembangunan daerah.

 4. Pemuda Pancasila bersama organisasi lainnya melaksanakan program yang diarahkan kepada peningkatan kualitas sumberdaya pemuda, leadhershif, enterpreunershif, moralitas dan wawasan kebangsaan agar menjadi manusia paripurna yang memiliki daya saing.

Dalam penjabaran dan pelaksanaan program umum harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1.      .Penjabaran program umum hendaknya memperhatikan sifat Pemuda Pancasila sebagai organisasi independen

2.      Program umum harus dijabarkan dalam sleuruh gerak dan tindak organisasi yang memiliki nilai tambah (added value) bagi pemberdayaan masyarakat kabupaten Banjarnegara


  3. Penjabaran program umum hendaknya dilakukan dalam rangka memperkokoh wawasan kebangsaan, persatuan dan kesatuan, komitmen kebersamaan dan solidaritas antara sesama  pemuda dan masyarakat serta memperteguh idealisme, jiwa perjuangan, kepeloporan dan pembangunan.

No comments:

Post a Comment