Sunday, November 25, 2012

pada madang sega yuuuu,. wong jawa geto loch...

Sering sekali terdengar kalimat: “Saya belum kenyang kalau belum makan nasi”, atau “Makan nasi dulu dong, masa seharian belum makan nasi?” .. menurut saya (yang masih sedikit cultureshocked dengan Indonesia sejak kembali dari masa-masa kuliah di Australia) sangatlah lucu, kadang aneh didengar. Akhirnya saya menggambar komik yang hiperbolis mengenai orang Indonesia yang makan banyaaaaaaaak sekali, tetapi tidak merasa kenyang karena belum memakan nasi. Saya sendiri tidak menentang nasi, saya pemakan nasi juga sejak kecil seperti warga negara Asia lainnya. Tetapi memang saya cenderung memakan lebih banyak lauk daripada nasinya (menurutku nasi membuat tawar rasa lauk-lauknya, dan membuat perut kenyang terlalu cepat – itulah mengapa tubuhku selalu kecil). Nasi mengandung banyak karbohidrat yang juga terkandung di dalam roti, mie, ubi, kentang, pasta.
Tetapi jika dibandingkan di sekeliling dunia, nasi menjadi makanan pokok hanya secara dominan di daerah Asia. Di dunia Barat, roti dan makanan lain yang dibuat oleh tepung lebih mendominasi. Memang karena di sana tidak ada sawah-sawah subur seperti milik Indonesia, Cina, Vietnam, dan lain sebagainya.
Jadi, sebagai manusia, secara biologis atau natural sebenarnya kita bisa hidup tanpa ‘mempokokkan’ nasi. Tetapi hanya karena kita sebagai orang Indonesia terlahir di tanah yang cukup subur untuk menanam padi, makanan pokok kita adalah nasi, dan tubuh kita menjadi terbiasa memakan nasi setiap hari, minimal sekali dalam sehari. Padahal di belahan dunia lain, manusia hidup memakan roti dan sayur-sayuran.
Jika Anda suka memakan nasi, saya tidak bermaksud untuk menjauhkan Anda dari nasi. Ini hanyalah opini saya, karena menurut saya kalimat “belum kenyang kalau belum makan nasi”, atau keharusan memakan nasi itu terdengar
lumayan….aneh

…. jadi lapar.

den baguz
http://denbaguztgroup.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment