Sunday, November 25, 2012

Javanese Cultural Evolution

Hari ini aku ingin membicarakan pakaian dan tekstil tradisional/adat. Aku suka sekali melihat foto-foto lama. Baju-bajunya masih keren-keren banget. Memang sih repot pakai bajunya, dan tidak senyaman baju-baju sekarang. Tetapi betapa indahnya masa lalu sewaktu masyarakat masih menggunakan pakaian tradisional! Batik memang sedang populer sekarang, apalagi sejak skandal budaya kita ‘dicuri’ negara lain. Tiba-tiba orang sadar kalau kita mempunyai hasil karya budaya yang patut dibanggakan (kemana aja lu semua??). Karena “perkembangan” jaman, masyarakat Indonesia malah ingin meniru-niru gaya bule yang dilihat di TV ataupun majalah.
Geli aku kalau jalan-jalan ke pusat perbelanjaan dan melihat seorang laki-laki muda dandan emo. Yang pakai eyeliner sama celana skinny jeans itu… walau memang sudah makin sedikit sih orang-orang emo ini. Maaf ya, hanya memberi opini.. tapi orang Indonesia… dandan emo… nggak nyambung banget! Kita diberi wajah Indonesia, kulit Indonesia, tubuh Indonesia, berbanggalah memakai songket, memakai kain tenun, memakai batik, tidak usah kalau sedang ‘kondangan’ saja. Kalau jaman dulu bahan-bahan tersebut bisa dipakai untuk pakaian sehari-hari, semestinya sekarang juga bisa.
Sewaktu saya tinggal di Australia, penduduk yang datang dari Afrika juga banyak jumlahnya di Melbourne. Aku benar-benar senang melihat mereka memakai baju tradisinya mereka setiap hari. Dengan warna-warnanya yang cerah, dan pola-pola tradisional yang terjahit di sekujur bajunya itu, mereka berjalan di tengah-tengah kota Melbourne dengan percaya diri. Banyak juga wanita India memakai sari. Mereka terlihat cantik sekali, jauh lebih cantik dibandingkan kalau mereka memakai mini skirt dan tanktop. Pada saat itu aku mulai percaya bahwa orang akan terlihat jauh lebih baik, lebih indah, lebih menarik, jika mereka,.. menjadi dirinya sendiri, bangga dengan etnisitasnya, dan memakai busana tradisionalnya, ya karena memang…. COCOK.

No comments:

Post a Comment